Pengaruh Ekstrak Kedelai Hitam (Glycine soja) dalam sebagai Anti Hipertensi dan Proteinuria pada Kerusakan Ginjal pada Tikus Betina Model Preeklamsia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang serius, ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria, yang dapat menyebabkan kerusakan organ, termasuk ginjal. Kedelai hitam (Glycine soja) mengandung isoflavon yang berpotensi sebagai fitoestrogen dan memiliki efek antioksidan serta antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak kedelai hitam dalam mencegah hipertensi dan proteinuria, serta pengaruhnya terhadap kerusakan ginjal pada tikus betina model preeklampsia. Metode: Tikus Wistar dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+) yang diinduksi preeklampsia, dan tiga kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang diberi ekstrak kedelai hitam dengan dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg /100 gram BB. Model preeklampsia diinduksi dengan injeksi testosterone propionate. Penilaian kerusakan ginjal dilakukan melalui analisis histopatologi dan pengukuran kadar protein urin menggunakan metode Bradford. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kelompok kontrol positif (K+) mengalami kerusakan ginjal tertinggi, sedangkan kelompok perlakuan menunjukkan perbaikan signifikan dengan peningkatan dosis ekstrak kedelai hitam. Kadar protein urin juga menurun seiring dengan peningkatan dosis, dengan kelompok P3 menunjukkan kadar terendah (85,81 mg/dL). Kesimpulan: Ekstrak kedelai hitam memiliki potensi sebagai agen terapeutik dalam mengurangi hipertensi dan proteinuria pada model preeklampsia. Pemberian ekstrak dengan dosis yang lebih tinggi memberikan efek protektif yang lebih kuat terhadap kerusakan ginjal. Penelitian ini memberikan dasar untuk studi lebih lanjut mengenai mekanisme dan dosis optimal ekstrak kedelai hitam dalam pengelolaan preeklampsia.